Minggu, 16 September 2012

Lahirnya Kimia




Kimia modern dimulai oleh kimiawan Perancis Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794). Ia menemukan hukum kekekalan massa dalam reaksi kimia, dan mengungkap peran oksigen dalam pembakaran. Berdasarkan prinsip ini, kimia maju di arah yang benar.
Sebenarnya oksigen ditemukan secara independen oleh dua kimiawan, kimiawan Inggris Joseph Priestley (1733-1804) dan kimiawan Swedia Carl Wilhelm Scheele (1742-1786), di penghujung abad ke-18. Jadi, hanya sekitar dua ratus tahun sebelum kimia modern lahir. Dengan demikian, kimia merupakan ilmu pengetahuan yang relatif muda bila dibandingkan dengan fisika dan matematika, keduanya telah berkembang beberapa ribu tahun.
Namun alkimia, metalurgi dan farmasi di zaman kuno dapat dianggap sebagai akar kimia. Banyak penemuan yang dijumpai oleh orang-orang yang terlibat aktif di bidang-bidang ini berkontribusi besar pada kimia modern walaupun alkimia didasarkan atas teori yang salah. Lebih lanjut, sebelum abad ke-18, metalurgi dan farmasi sebenarnya didasarkan atas pengalaman saja dan bukan teori. Jadi, nampaknya tidak mungkin titik-titik awal ini yang kemudian berkembang menjadi kimia modern. Berdasarkan hal-hal ini dan sifat kimia modern yang terorganisir baik dan sistematik metodologinya, akar sebenarnya kimia modern mungkin dapat ditemui di filosofi Yunani kuno.
Jalan dari filosofi Yunani kuno ke teori atom modern tidak selalu mulus. Di Yunani kuno, ada perselisihan yang tajam antara teori atom dan penolakan keberadaan atom. Sebenarnya, teori atom tetap tidak ortodoks dalam dunia kimia dan sains. Orang-orang terpelajar tidak tertarik pada teori atom sampai abad ke-18. Di awal abad ke-19, kimiawan Inggris John Dalton (1766-1844) melahirkan ulang teori atom Yunani kuno. Bahkan setelah kelahirannya kembali ini, tidak semua ilmuwan menerima teori atom. Tidak sampai awal abad 20 teori ato, akhirnya dibuktikan sebagai fakta, bukan hanya hipotesis. Hal ini dicapai dengan percobaan yang terampil oleh kimiawan Perancis Jean Baptiste Perrin (1870-1942). Jadi, perlu waktu yang cukup panjang untuk menetapkan dasar kimia modern.
Sebagaimana dicatat sebelumnya, kimia adalah ilmu yang relatif muda. Akibatnya, banyak yang masih harus dikerjakan sebelum kimia dapat mengklaim untuk mempelajari materi, dan melalui pemahaman materi ini memahami alam ini. Jadi, sangat penting di saat awal pembelajaran kimia kita meninjau ulang secara singkat bagaimana kimia berkembang sejak kelahirannya.

Jumat, 14 September 2012

Zat Kimia Yang Terdapat Pada Pembasmi nyamuk

Bissmillah. ini adalah postingan pertama gue. Gue akhirnya buat blog karena memang di haruskan ngebuat.
langsung aja, gue akan coba membahas tentang zat kimia yang terdapat pada pembasmi nyamuk.
tentunya dengan pemikiran sendiri, bukan bersumber dari orang lain hehe.


Kita pasti pernah melihat baygon. ya, ini adalah salah satu alat pembasmi nyamuk yang sudah tidak asing di dengar. Apalagi negara kita beriklim tropis, sehingga kita bisa menemukan nyamuk di manapun dan kapanpun. dan itu bisa menimbilkan keresahan dari penyakit yang bisa di timbulkan.
Oleh karena itu, banyak sekali perusahaan-perusahaan berlomba menciptakan produk pembasmi nyamuk.
mulai dari yang bakar, cair, oles dan lain-lain.
Namun, kita juga pasti sudah mengetahui bahaya-bahaya yang ditimbulkan ketika kita menggunakan nya terlalu sering atau berlebih, baik dampak dilingkungan atau kesehatan. Contohnya untuk kesehatan adalah gangguan pada sistem pernafasan. jadi akan sangat berbahaya jika terhirup oleh kita.
Bahkan akan lebih banyak masalah yang ditimbilkan ketika kita menaruh baygon ini di sembarang tempat.
untuk itu taruh baygon ditempat yang aman, tidak disimpan bersamaan dengan makanan atau minuman, dan harus sebisa mungkin menjauhkan baygon dan pembasmi nyamuk lainnya dari jangkauan anak-anak.


Yak, cukup sekian dari saya. Maaf jika ada typo karena ini postingan pertama saya hehe.
Wassalam.